Semua pihak mutlak setuju, pendidikan amat penting bagi upaya membangun manusia berkualitas, ditandai peningkatan kecerdasan, pengetahuan, dan keterampilan. Pendidikan juga merupakan wahana strategis bagi usaha meningkatkan mutu kehidupan manusia, yang ditandai membaiknya derajat kesejahteraan, menurunnya kemiskinan, dan terbukanya berbagai pilihan dan kesempatan mengembangkan diri di masa depan, mengejar ketertingalan, meninggalkan keterpurukan. Dengan demikian, secara umum pendidikan mempunyai peranan amat sentral dalam mendorong individu dan masyarakat, untuk mencapai kemajuan pada semua aspek kehidupan.
Segala upaya perbaikan dalam dunia pendidikan dilakukan untuk membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas, salah satunya adalah adanya kebijakan pada beberapa lembaga pendidikan Islam dengan menerapkan konsep pembinaan boarding scholl, atau dengan istilah lain adalah sekolah Islam Terpadu (Islam Terpadu) dengan di asrama-kan yang berupaya mengkomparasikan pendidikan ala (kurikulum) pesantren dengan pendidikan umum atau dengan kata lain pendidikan umum yang memadukan/ memberi porsi yang cukup pada matapelajaran ke-Islaman, yang tentunya beban matapelajaran yang diterima anak didik lebih padat daripada meraka yang hanya sekolah saja tanpa adanya broarding school.
Mereka yang berada pada lembaga pendidikan yang demikian (Islam Terpadu dengan boarding scholl) mau tidak mau mereka akan mendapat pembinaan ektra, di banding dengan lembaga pendidikan yang tidak menerapkan konsep boarding scholl, mereka mendapat pengawasan hampir 24 jam, yang dimulai dari bangun tidur sampai tidur lagi yang tentunya mereka harus menempuh beban pelajaran yang padat.
Penggemblengan anak didik yang lokasinya berjauhan dengan orang tua mereka, diharapkan mampu membangun mental kemandirian pada anak didik, disamping meraka mendapatkan pembinaan secara moral yang mereka terima dari pembinaan keagamaan dan secara keintelektualan, serta mereka akan belajar hidup bersama dikomunitas asmara tersebut.
Dari sinilah bisa kita bayangkan berapa besar tekanan terhadap anak didik? Meraka mendapat tekanan dari lngkungannya, mereka juga mendapat beban SKS (mata pelajaran) yang sangat padat yang harus mereka kuasai, bagaimana prilaku mereka setelah mereka berada diluar asrama? Ada sebagian orang berpendapat rata-rata anak yang pernah tinggal dipesantren/asrama, setelah keluar dari sana meraka seperti burung yang telah lepas dari sangkarnya, jadi meraka akan mencoba hal-hal yang belum pernah mereka lakuakan waktu berada dalam lokalisasi lembaga tersebut. problemnya bagaimana dengan perkembangan kejiwaan pada anak dengan diterapkanya program boarding scholl? Bagaimana keefektifan dari program ini? Apa kendala dalam pelaksanaan program ini?
Perlu adanya penelitian terhadap problem ini, disamping ada upaya dari Lembaga pendidikan yang menerapkan sistem boarding scholl harus juga membuat strategi pendidikan yang mempertimbangkan juga kapasitas dan perkembangan kejiwaan pada anak. Sehingga target membangun generasi yang berkualitas bisa terwujud bukanya menambah kerumitan terhadap wajah pendidikan kita.
Broarding School dan Perkembangan Kejiwaan Anak
Mukhlis F, Senin, 27 April 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

thanks ya artikelnya mantap
setelah membaca artikelnya saya menjadi terinspirasi untuk menjadikan "boarding school" sebagai kajian dalam tesis saya...ga papa kan?? makasih ya pak...