Antara Anggota Dewan, Pendidik dan Masa Depan Bangsa

Apa Profesi yang paling diperebutkan untuk saat ini? Apa profesi yang sangat stategis dalam pembentukan karakter bangsa yang bermartabat? Bagaimana masa depan bangsa ini dimata para caleg, birokrasi dan pendidik?
Profesi menjadi Bupati, Anggota Dewan, atau birokrasi lainnya merupakan profesi yang lebih menarik untuk diduduki dan cukup makmur secara finansial daripada profesi sebagai pendidik, petani atau nelayan. Fenomena ini terlihat dengan banyaknya orang mendaftarkan diri menjadi caleg atau ikut berpartai, menjadi tim sukses dari salah satu kandidat dari pada menjadi relawan pendidikan atau guru SD.
Fenomena ini cukup beralasan mengingat iming-iming kesejahteraan dan kehormatan dari profesi Anggota Dewan, maklum manusia masih belum bisa lepas dari sifat ingin dihormati orang lain (pejabat). Sedangkan profesi sebagai pendidik; guru ngaji, guru TK, SD, SMP sampai Dosen jarang diminati karena tidak mensejahterakan, tidak membanggakan.




Orang sepertinya takut dengan nasib yang akan menimpanya jika menjadi pendidik. Lihat aja nasib ribuan guru honorer yang menuntut kesejahteraan, meminta agar secepatnya dianggkat jadi PNS, lihat berita guru nyambi (kerja sambilan) menjadi tukang ojek, guru nyambi menjadi tukang parkir, Dosen dan Profesor gajinya sangat sedikit sekali dan lain sebagainya. Inilah yang menyebabkan banyaknya Caleg dan partai saat ini.

Kesenjangan Profesi

Profesi Guru dan Anggota Dewan mempunyai wilayah tanggungjawab masing-masing. Keduanya merupakan profesi yang sangat strategis untuk menentukan nasib bangsa ini, tetapi jika kita cermat mata kita akan sepakat bahwa pendidikan jauh lebih penting untuk membentuk bangsa yang berkualitas dan maju, tetapi sepertinya sangat jauh tingkat penghargaanya antara profesi guru dengan Anggota Dewan, padahal bicara tanggung jawab posisi guru sangatlah penting dalam menghantarkan manusia yang berkualitas termasuk menghantarkan menjadi Bupati, Anggota Dewan bahkan presiden sekalipun.
Lebih ironis lagi posisi guru dan kelemahannya dimanfaatkan pada musim kampaye ini untuk meraih simpati masyarakat khususnya guru dengan iming-iming akan adanya pembelaan terhadap nasib guru-guru honorer, guru kontrak dan lain sebagainya. Sangat disesalkan mengapa kesenjangannya begitu jauh? Guru dengan kesederhanaannya bahkan kehidupan yang sangat minim dibanding dengan pejabat dengan segala atribut kemegahanya; rumah mewah, mobil mewah dan fasilitas yang lainnya.
Sepertinya para anggota dewan kita lupa siapa yang berjasa menghartarkan mereka menjadi orang yang dihormati. Dengan empuknya kursi yang mereka duduki dan kemakmuran yang mereka dapat menyebabkan mereka lupa siapa yang berjasa. Mereka tersibukkan dengan menjaga kursinya dan sibuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya sebagai antisipasi jika sudah kehilangan kursi atau sebagai upaya pengembalian modal kampaye yang telah banyak dikeluarkan.
Seandainya Profesi guru lebih menjanjikan (secara finansial) dari pada menjadi anggota dewan mungkin orang tidak akan banyak yang ikut kompetisi menjadi caleg, orang tidak akan tertarik rebutan jabatan Bupati, Gubenur dan Jabatan yang lainnya tetapi masyarakat akan cenderung mencintai kebijaksanaan dari pada kedudukan/jabatan.

Pendidikan dan Masa Depan Bangsa
.
Secara umum, pendidikan sangat urgen bagi manusia karena pendidikan bertujuan untuk mencapai pertumbuhan seimbang dalam kepribadian manusia secara total melalui latihan, semangat, rasional, perasaan dan kepekaan, dan pengembangan segala potensi yang terkandung dalam dirinya. Maju tidaknya suatu bangsa tergantung oleh kualitas pendidikan dalam suatu bangsa.
Pada hakikatnya, manusia membutuhkan pendidikan karena manusia tidak akan bisa tumbuh dan berkembang kecuali dengan pendidikan, memang manusia diberikan Tuhan potensi bawaan, namun tanpa pendidikan potensi-potensi tersebut tidak akan berkembang secara baik dan seoptimal mungkin. Pendidikan sangat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, pendidikan sebagai sarana yang paling tepat untuk menjadikan manusia lebih maju ke arah yang lebih baik serta mampu memahami hakikat dirinya.
Peranan pendidikan sangat penting bagi manusia, karena pendidikan adalah sarana untuk menjadikan manusia lebih maju ke arah yang lebih baik serta mampu memahami hakikat dirinya. Pendidikan yang baik menjadikan individu mampu mendidik dan menghaluskan perasaannya (humanis) dan menjauhkan dari sifat-sifat yang mengantarkan manusia untuk menindas (dehumanisasi).
Terjadinya kasus korupsi, kekerasan, perkosaan, pembunuhan, anarkisme dan kriminalitas lainnya adalah wajah dari kualitas pendidikan kita. Pendidikan kita gagal membentuk bangsa yang berkarakter baik, kepribadian yang humanis adalah cermin dari keberhasilan pendidikan.
Bangsa kita akan menjadi bangsa yang maju jika para calegnya, birokrasinya dan para pemimpinnya punya kepribadian yang baik, baiknya kepribadian ini terbentuk hasil dari proses pendidikan yang berkualitas. Besar harapan bangsa ini segera terlepas dari krisis multidimensi yang berkepanjangan...amin.




Comments :

0 komentar to “Antara Anggota Dewan, Pendidik dan Masa Depan Bangsa”

Poskan Komentar